Proyek Akuakultur Rendah Karbon PT VENAMBAK & BPDLH di Sumbawa
By Zefanya•3 April 2026
Komitmen untuk menghadirkan solusi akuakultur yang ramah lingkungan kembali mendapatkan dukungan strategis. PT Venambak Kail Dipantara secara resmi ditetapkan sebagai penerima manfaat pendanaan hibah proyek Low Carbon Development Initiative - Innovation and Technology Fund (LCDI-ITF). Keputusan ini disahkan pada tanggal 6 Maret 2026 oleh Direktur Utama Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPDLH). Melalui pendanaan hibah ini, pengembangan akan difokuskan pada implementasi proyek "Budidaya Cerdas Iklim Udang Tradisional Plus dengan Energi Surya Terintegrasi Nursery Pond". Proyek inovatif yang menyasar sektor pelestarian Kelautan dan Ekosistem Pesisir ini akan diimplementasikan di wilayah Kabupaten Sumbawa, Provinsi Nusa Tenggara Barat.
Sebagai langkah fundamental sebelum eksekusi proyek, empat perwakilan tim Venambak telah mengikuti kegiatan Induction Project yang digelar oleh BPDLH di Jakarta pada 11-15 Maret 2026. Kegiatan peningkatan kapasitas ini memberikan pembekalan mendalam mengenai operation manual, mekanisme monitoring dan pelaporan, pengadaan aset, serta integrasi standar safeguard dan prinsip Gender Equality, Disability, and Social Inclusion (GEDSI). Kerangka tata kelola operasional ini juga mengakar pada standar manajemen dari mitra lembaga asal Inggris, yakni Oxford Policy Management Limited (OPML).
Program LCDI-ITF merupakan inisiatif yang diusung dari kerja sama erat antara Pemerintah Inggris melalui Foreign, Commonwealth and Development Office (FCDO) dan Kementerian PPN/Bappenas. Tujuan utamanya adalah mencari, menguji, dan mendanai inovasi teknologi di berbagai sektor termasuk kelautan untuk mendukung target pembangunan rendah karbon di Indonesia. Langkah kolaboratif ini sangat selaras dengan visi besar Venambak untuk memimpin upaya dekarbonisasi di sektor akuakultur Indonesia.
Sebagai perusahaan teknologi akuakultur, Venambak terus mendorong batas inovasi mulai dari optimalisasi aerasi presisi melalui teknologi VENJET, manajemen pakan otomatis yang efisien menggunakan FEEDERVE, hingga adopsi energi terbarukan dan pemantauan kualitas air untuk menekan jejak karbon dari kegiatan operasional tambak tanpa mengorbankan kualitas dan kuantitas panen. Dengan adanya dukungan pendanaan serta panduan teknis operasional dari BPDLH, proyek budidaya udang cerdas iklim di Sumbawa diharapkan mampu menjadi model percontohan akuakultur sirkular yang inklusif. Pendekatan ini ditargetkan tidak hanya membawa efisiensi ekonomi bagi masyarakat pesisir, tetapi juga memastikan prinsip perlindungan lingkungan yang berkelanjutan tanpa meninggalkan kelompok rentan mana pun.
Inilah wujud nyata komitmen Venambak: menghadirkan ekosistem akuakultur modern yang memberdayakan petambak nusantara, tangguh terhadap perubahan iklim, dan berdedikasi menjaga kelestarian bumi.
Pantau terus perjalanan kami dalam mewujudkan masa depan ekosistem akuakultur Indonesia yang lebih hijau dan berkelanjutan!
