Kerja Sama Pemerintah Kabupaten Sumbawa dan Venambak Kembangkan Budidaya Udang Tradisional Plus

By Zefanya25 Februari 2026

Kerja Sama Pemerintah Kabupaten Sumbawa dan Venambak Kembangkan Budidaya Udang Tradisional Plus

Dorong Akuakultur Adaptif Iklim Berbasis Energi Surya di Wilayah Pesisir Sumbawa


Pada Februari 2026, pemerintah Kabupaten Sumbawa dan PT Venambak Kail Dipantara secara resmi menandatangani Kesepakatan Bersama tentang Akuakultur Adaptif Iklim untuk Wilayah Pesisir di Kabupaten Sumbawa. Penandatanganan ini menjadi tonggak awal pengembangan model budidaya udang tradisional plus berbasis teknologi, energi terbarukan, dan pendekatan ekonomi biru terintegrasi di Provinsi Nusa Tenggara Barat.


Kesepakatan ini ditandatangani oleh Bupati Sumbawa, Syarafuddin Jarot, dan Chief Executive Officer PT Venambak Kail Dipantara, Achmad Jerry, sebagai bentuk komitmen bersama dalam memperkuat produktivitas perikanan budidaya sekaligus meningkatkan ketahanan wilayah pesisir terhadap perubahan iklim.


Menjawab Tantangan Produktivitas dan Perubahan Iklim


Tambak tradisional di Kabupaten Sumbawa umumnya masih mengandalkan sistem aerasi dengan penggerak berbahan bakar solar atau diesel. Hal ini menciptakan beban biaya operasional yang tinggi, ketergantungan pada pasokan energi fosil, serta jejak emisi yang signifikan dalam setiap siklus budidaya. Di saat yang sama, pengelolaan kualitas air masih berdasarkan pengalaman lapangan, bukan berbasis data.


Melalui kerja sama ini, dikembangkan model Budidaya Cerdas Iklim Udang Tradisional Plus dengan Energi Surya Terintegrasi Nursery Pond sebagai langkah perbaikan yang nyata dan aplikatif di lapangan dengan menitikberatkan pada tiga pilar utama.

  1. Peningkatan efisiensi dan hasil panen petambak melalui sistem Tradisional Plus;
  2. Digitalisasi budidaya dan kemandirian energi berbasis Solar PV;
  3. Penguatan rantai pasok benur berkualitas melalui pengelolaan nursery pond terintegrasi.


Sebagai bagian dari model percontohan, Venambak mengenalkan penggunaan sistem aerasi (VENJET) dan automatic feeder (FEEDERVE) pada kolam pembesaran untuk meningkatkan efisiensi pakan serta menjaga kestabilan kualitas air. Otomatisasi ini memungkinkan distribusi pakan yang lebih presisi dan konsisten, sehingga mengurangi pemborosan serta menekan potensi penurunan kualitas air akibat sisa pakan.

Selain itu, Venambak juga memperkenalkan konsep nursery center berbasis energi hibrid solar panel yang berfungsi sebagai fase pembesaran awal sebelum udang dipindahkan ke kolam utama. Pendekatan ini memiliki dua dampak strategis. 

  1. Meningkatkan survival rate benur melalui kontrol lingkungan yang lebih terukur. 
  2. Mengurangi durasi budidaya di kolam pembesaran, yang secara langsung menekan konsumsi energi dan mengurangi emisi yang dihasilkan selama siklus produksi.

Dengan pendekatan ini, transformasi tidak hanya terjadi pada peningkatan produksi, tetapi juga pada efisiensi biaya operasional, stabilitas pasokan energi, pengurangan jejak karbon, serta perbaikan manajemen risiko budidaya secara menyeluruh.


Integrasi Teknologi dan Ekosistem


Ruang lingkup kerja sama meliputi pengembangan model percontohan budidaya udang adaptif iklim yang memadukan:

  • Otomatisasi sistem pemberian pakan dan pemantauan kualitas air berbasis IoT;
  • Integrasi pembangkit listrik tenaga surya untuk mendukung operasional tambak;
  • Penguatan kapasitas pembudidaya melalui pelatihan, pendampingan teknis, dan transfer pengetahuan;
  • Pengembangan praktik silvofishery atau budidaya yang terintegrasi dengan ekosistem mangrove.

Pendekatan ini selaras dengan agenda pembangunan rendah karbon serta prinsip ekonomi biru, di mana peningkatan produksi berjalan beriringan dengan perlindungan ekosistem pesisir.


Tentang PT Venambak Kail Dipantara

PT Venambak Kail Dipantara adalah perusahaan teknologi akuakultur berkelanjutan yang mengembangkan solusi terintegrasi untuk menjembatani produktivitas budidaya dengan konservasi lingkungan.


Melalui inovasi di bidang blue carbon farming, silvofishery, integrasi energi bersih, climate smart aquaculture, serta nursery center. Venambak menghadirkan pendekatan menyeluruh dalam pengelolaan tambak yang tidak hanya meningkatkan hasil panen, tetapi juga memperkuat ketahanan terhadap perubahan iklim dan menjaga keseimbangan ekosistem pesisir. Dengan memadukan teknologi presisi, digitalisasi tambak, serta transisi menuju energi terbarukan, Venambak membangun model budidaya yang lebih efisien, adaptif, dan ramah lingkungan untuk masa depan sektor akuakultur Indonesia.


Kolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Sumbawa semakin menegaskan peran Venambak sebagai penggerak inovasi teknologi yang inklusif. Perusahaan berkomitmen untuk memberdayakan pembudidaya skala kecil, meningkatkan daya saing daerah, serta memastikan ekosistem pesisir tetap lestari bagi generasi mendatang.