El Nino 2026 : Bagaimana Manajemen Tambak dalam Menghadapi Kemarau Panjang
By Zefanya•10 Agustus 2026
BMKG menyatakan El Nino tahun ini sudah masuk kategori kuat dan masih berpotensi menguat. Curah hujan Agustus sampai September diperkirakan rendah sampai sangat rendah, dan musim hujan baru masuk sekitar pertengahan Oktober. Di sebagian besar wilayah Indonesia, kemarau tahun ini berlangsung lebih panjang dari biasanya.
Kondisi ini mengubah beberapa hal sekaligus di dalam petak:
- Salinitas naik. Air menyusut karena penguapan, sementara kandungan garamnya tetap, sehingga konsentrasinya meningkat perlahan dari hari ke hari.
- Suhu air naik. Metabolisme udang bekerja lebih cepat dan kebutuhan oksigennya meningkat.
- Oksigen terlarut menurun. Air yang lebih hangat menampung oksigen lebih sedikit dibanding air yang lebih dingin.
- Beban bahan organik meningkat. Pembusukan sisa pakan dan kotoran di dasar berlangsung lebih cepat dan ikut mengkonsumsi oksigen.
Berikut langkah pengelolaan yang perlu disesuaikan selama periode ini.
1. Pengelolaan air dan salinitas
- Pertahankan ketinggian air maksimal. Isi petak setinggi yang konstruksi tanggul izinkan. Volume air yang lebih besar lebih lambat berubah suhu dan meredam lonjakan salinitas akibat penguapan.
- Catat salinitas setiap hari. Kenaikannya berlangsung bertahap dan sering luput jika hanya dicek sesekali. Yang perlu diperhatikan adalah trennya, bukan angka satu hari.
- Siapkan sumber air tawar jika tersedia. Penambahan air tawar secara bertahap membantu menahan kenaikan salinitas. Hindari penambahan dalam jumlah besar sekaligus karena memicu perubahan mendadak.
- Kurangi pergantian air yang tidak perlu. Air sumber pada musim kemarau umumnya bersalinitas tinggi, sehingga pergantian air justru bisa mempercepat kenaikan.
2. Pengelolaan oksigen dan aerasi
- Prioritaskan aerasi pada tengah malam sampai matahari terbit. Oksigen mencapai titik terendah menjelang fajar, umumnya antara pukul dua sampai lima pagi, karena fotosintesis berhenti sementara respirasi terus berjalan. Jam kritis ini justru jatuh pada waktu yang paling sulit dijaga secara manual. VENJET, sistem aerasi berbasis venturi, dapat dijadwalkan melalui aplikasi Venambak sehingga aerasi pada jam tersebut berjalan tanpa bergantung pada kesiapan operator.
- Sesuaikan intensitas aerasi dengan kebutuhan yang berubah. Kebutuhan oksigen meningkat seiring pertumbuhan biomassa dan berubah mengikuti kondisi cuaca. Penjadwalan yang dapat diatur ulang membuat penyesuaian dilakukan tanpa harus menambah unit.
- Periksa pola arus dan sudut mati. Aerasi yang penempatannya tidak tepat menyisakan area yang tidak teraliri, meskipun jumlah unitnya sudah mencukupi. AutoVENJET bekerja secara otomatis bergerak mengelilingi kolam, sehingga cakupannya tidak terikat pada satu titik dan area yang sebelumnya tidak teraliri dapat dijangkau tanpa menambah unit.
- Pastikan oksigen tersebar sampai ke dasar, bukan hanya di permukaan. Udang berada di dasar, dan di dasar pula bahan organik terurai sambil mengkonsumsi oksigen. VENJET menghasilkan dorongan terarah ke dalam kolom air, sehingga melengkapi kincir yang bekerja terutama di lapisan permukaan.
3. Pengelolaan pakan
- Kurangi ransum saat kondisi ekstrim. Pakan yang tidak termakan menambah beban organik di dasar dan justru memperberat kondisi oksigen.
- Hindari pemberian pakan saat oksigen rendah. Proses pencernaan menambah kebutuhan oksigen udang pada saat pasokannya sedang terbatas.
- Perbanyak frekuensi, kurangi porsi. Pemberian dalam porsi kecil namun lebih sering menurunkan risiko pakan tersisa di dasar. Frekuensi tinggi sulit dijaga secara konsisten dengan tenaga manual sepanjang siklus, terlebih pada tambak dengan petak yang berjauhan. FEEDERVE, alat pelontar pakan otomatis, menjalankan pemberian pakan sesuai jadwal yang ditetapkan dan dapat mengatur frekuensi serta jarak lontaran dengan presisi agar tidak terjadi overfeeding dan mengoptimalkan FCR (Feed Conversion Ratio).
- Perhatikan sebaran pakan. Pakan yang menumpuk di satu titik menciptakan beban organik terpusat dan meningkatkan risiko terbentuknya zona dengan oksigen sangat rendah di dasar petak.
- Periksa anco lebih rutin. Penurunan nafsu makan sering menjadi tanda awal stres sebelum gejala fisik terlihat, dan menjadi dasar untuk menyesuaikan ransum berikutnya.
4. Pemantauan dan deteksi dini
Pengecekan manual pagi dan sore menghasilkan dua titik data, dan dari dua titik tidak ada cara mengetahui apa yang terjadi di antaranya.
Dua tambak bisa mencatat angka pagi dan sore yang sama persis. Yang satu oksigennya turun landai sepanjang malam, yang satu lagi jatuh tajam pada pukul tiga pagi lalu naik kembali sebelum matahari terbit. Kondisi keduanya jauh berbeda, tetapi catatan hariannya terlihat identik.
- Pantau kualitas air secara berkelanjutan. BOXVE WQMS (Water Quality Monitoring System) dari Venambak, akan membantu para petambak mengetahui perubahan kondisi air dengan cepat dan mengirim peringatan ketika nilainya mendekati batas aman.
- Perhatikan pola, bukan hanya angka. Yang penting diketahui adalah seberapa cepat oksigen turun setelah gelap, sampai berapa titik terendahnya, dan pada jam berapa hal itu terjadi.
- Gunakan data untuk mengatur aerasi dan pakan. Aerator dinyalakan sesuai kebutuhan yang terbaca, dan ransum disesuaikan dengan kondisi air yang sebenarnya.
- Hubungkan pemantauan dengan perangkat lain di petak. Data kualitas air menjadi jauh lebih bernilai ketika dipakai untuk mengatur perangkat yang bekerja di petak yang sama, bukan hanya dibaca dan dicatat.
- Catat sebagai riwayat siklus. Data harian memudahkan evaluasi dan perencanaan padat tebar untuk siklus berikutnya.
Perangkat Venambak dirancang bekerja dalam satu sistem. SENSORVE membaca parameter air di tambak, BOXVE WQMS mengolah pembacaan tersebut di tingkat petak, dan hasilnya menjadi dasar pengaturan aerasi melalui VENJET serta penjadwalan pemberian pakan melalui FEEDERVE. Seluruh datanya terekam di aplikasi Venambak sehingga kondisi seluruh tambak dapat diamati dari satu tempat.
Bagi tambak yang lokasinya jauh dari jaringan listrik, teknologi Venambak sudah dilengkapi sistem tenaga surya yang memungkinkan teknologi tambak tetap berjalan tanpa bergantung pada pasokan listrik.
Kesimpulan
El Nino diperkirakan bertahan hingga awal 2027, dan kondisi cuacanya tidak dapat diubah. Yang bisa dikendalikan adalah cara mengelola petak selama periode tersebut.
Kunci pengelolaan tambak pada kemarau panjang terletak pada empat hal: menjaga volume air agar perubahan berlangsung lambat, memprioritaskan aerasi pada jam kritis dini hari, mengendalikan beban organik dari pakan dan plankton, serta memastikan perubahan kondisi air terbaca sedini mungkin. Pada musim seperti ini, yang membedakan tambak yang bertahan dan yang merugi umumnya bukan besarnya modal, melainkan seberapa cepat masalah terdeteksi dan ditangani.
Ingin mengetahui kondisi air tambak anda secara digital dan dapat mengendalikan kondisi tambak anda dimana saja?
Konsultasikan budidaya mu sekarang! Hubungi digital sales Venambak +62 813-6361-733
